Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2022

(Lebar)an ?

Ketika tulisan ini telah mampu terbaca utuh, maka ketahuilah bahwa Aku berhasil membebaskan diri terhadap sesuatu yang membuat diriku rapuh.   Tuhan adalah pihak pertama yang mengetahui bagaimana perasaanku malam itu sebelum ku ceritakan tentangmu kepada ibuku (pihak kedua). Pasti “terbaik” adalah kata yang tak pernah tertinggal ditiap pintaku pada-Nya. Kala itu, diwaktu yang kata kebanyakan orang merupakan moment paling dekat dengan pencipta-Nya dan moment paling baik untuk meminta pada-Nya, aku menengadahkan tangan cukup lama. Takut, bahagia, dan kamu adalah topik yang ku diskusikan pada-Nya. Tentu ku sebutkan namamu, meski sebenarnya percuma karena Ia Maha Tau. Ntah, tak ku ketahui berapa kali Tuhan menangkap aku menyebutkan namamu dalam diskusiku dengan-Nya. Setelah puas membicarakanmu pada-Nya, aku kemudian meminta yang terbaik untuk hidupku. Aku meminta perlindungan dan aku meminta petunjuk-Nya. Kamu? Aku juga mendoakanmu. Sejak itulah, doa-doa untukmu tak pernah tertin...