Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

Monolog 3

[Monolog] Ibu Membacanya Ia membebaskan cerita mengalir dengan judul yang tertulis “Tidak Ada Judul”. Ia juga telah berpesan kepada sang Ibu untuk membacanya ketika tulisannya selesai. Tak lupa, ia pun meminta tulisannya dikomentari, agar cerita-cerita berikutnya dapat lebih baik lagi.             Kira telah duduk di depan meja yang di atasnya terdapat selembar kertas dan bolpoin bertinta hitam. Hampir 20 menit dirinya hanya memandangi apa yang ada di hadapannya itu, seraya pikirannya menyusuri lambirin imaji yang setiap cabangnya menyuguhkan panorama beragam, tapi Kira kebingungan memilahnya. Kertas dan bolpin itu masih terdiam hingga menit ke-30.             Suara ketukan pintu terdengar ramah, Kira langsung dapat menebak sosok ibulah yang ada di balik pintu itu. Ia bangkit, lantas membuka pintu kamarnya dan membiarkan sang Ibu untuk masuk. “Ibu sudah menyelesaikan bacaa...

November(jumpa)

November. Sebuah ‘tugas negara’ mengharuskannya melakukan observasi ke beberapa tempat, melakukan survey dan pemetaan hingga analisis untuk menghasilkan sebuah laporan yang sempurna. Meskipun, sesempurna menurutnya belum tentu tak ada celah kesalahan bagi pihak yang akan menilai laporannya. Tapi ia tetap berusaha mengerjakan dengan sebaik mungkin. Beberapa kali susunan laporannya direvisi, bertemu beberapa orang untuk diwawancarai, mengikuti kegiatan untuk mengobservasi, dan terkadang menghabiskan malam hingga subuh untuk menyusun laporan.  “Kekuatan saya sampai mana? Kemampuan saya sampai mana?”  begitulah kiranya ia menyemangati diri sendiri untuk bertahan dan segera menyelesaikan apa yang menjadi tugas serta tanggung jawabnya. Seperti sebuah tanangan, ia berusaha menanggapi positif apa yang sering memicu setiap orang untuk  sambat. Malam itu, ia memenuhi janji dengan seorang narasumber untuk diwawancarai. Tepat setelah selesai sholat maghrib kepada ayahnya ia kemud...