Si Perekam dan 2 Pungawa
Begitulah, yang ditakdirkan-Nya sebagai jawaban atas harapan yang hampir pupus. Kesabaran penantian panjang, keridhoan menerima takdir, dan buah dari doa-doa yang dimintakan sebagai bentuk kesungguhan atas besarnya sebuah harapan. Hingga Sang Kuasa berhasil diluluhkan untuk mengasihinya, si Perekam yang dikawal dua punggawa dengan penjagaan bak putri raja. Punggawa pertama dengan keberanian, wibawa, dan ketegasan yang dimiliki menjadi garda terdepan. Punggawa inilah yang dekat dengannya sejak belia, dari masih asik bermain mainan mobil-mobilan hingga kini asik dengan kesibukan memusingkan masa depan. Kepada punggawa inilah keputusan diizinkan/tidak diizinkan berlaku sama legalitasnya dengan keputusan yang diberikan oleh pemegang utama tanggungjawab atas dirinya. Punggawa kedua, dengan tampang yang garang menambah kokoh pertahanan. Ditambah lagi karakter tenang, cerdik, dan penuh kasih seolah menegaskan bahwa pengawalan terhadapnya merupakan hal utama. Dari punggawa kedua inilah, ia bel...