Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

Si Perekam dan 2 Pungawa

Begitulah, yang ditakdirkan-Nya sebagai jawaban atas harapan yang hampir pupus. Kesabaran penantian panjang, keridhoan menerima takdir, dan buah dari doa-doa yang dimintakan sebagai bentuk kesungguhan atas besarnya sebuah harapan. Hingga Sang Kuasa berhasil diluluhkan untuk mengasihinya, si Perekam yang dikawal dua punggawa dengan penjagaan bak putri raja. Punggawa pertama dengan keberanian, wibawa, dan ketegasan yang dimiliki menjadi garda terdepan. Punggawa inilah yang dekat dengannya sejak belia, dari masih asik bermain mainan mobil-mobilan hingga kini asik dengan kesibukan memusingkan masa depan. Kepada punggawa inilah keputusan diizinkan/tidak diizinkan berlaku sama legalitasnya dengan keputusan yang diberikan oleh pemegang utama tanggungjawab atas dirinya. Punggawa kedua, dengan tampang yang garang menambah kokoh pertahanan. Ditambah lagi karakter tenang, cerdik, dan penuh kasih seolah menegaskan bahwa pengawalan terhadapnya merupakan hal utama. Dari punggawa kedua inilah, ia bel...

(Januari)ndu

“Jika orang merasakan hadirmu saat melihatku. Bagaimana mungkin aku mampu untuk menghindari bekapan rindu padamu setiap waktu?” Aku menghapus kosakata “kehilangan” di kepalaku. Untuk bangkit ku maknai yang telah pergi, telah berlalu, dan bukan untukku dengan kata “kembali”. Kembali pada-Nya, atau kembali padaku. Jika pada-Nya, dipastikan kembali padaku dalam bentuk yang lebih baik. Jika kembali padaku, itu pemberian terbaik-Nya. Seseorang lantas bertanya, “Apa yang ingin kau lakukan jika ia kembali?” Pertanyaan yang menjebakku untuk terjerumus pada rasa penyesalan. Dengan tegas akan ku jawab, “Jangan mengandaikan sesuatu yang seratus persen bukan kuasamu atau Ia akan murka. Cukuplah aku menjalankan rencana-Nya dipenuhi syukur dan mempersiapkan diri hingga tiba waktu terbaik untuk kembali. Dipertemukan dengannya atau tidak, biarkan doa-doa memperkokohku.” Dibekap rindu. Penyambutan kembalimu kala itu memang berselimut sendu. Aku, ia, mereka, dan siapapun yang pernah menjumpaimu te...