Yang Terbaik Dari-Nya
Perjalanan pulang kala itu dipenuhi pikiran komentar orang lain, "Kamu terlalu terburu-buru, grusa-grusu, dan terkesan pengen segera selesai. (disebutkan kesalahan ini dan itu yang padahal sudah ku upayakan meminta maaf dan memperbaikinya)"
Awalnya aku menyayangkan orang tersebut bisa berkomentar seperti itu. Lantas aku terdiam sejenak, "Tuhan, apa maksudnya semua ini? Apa yang ingin Engkau tujukkan padaku untuk aku pelajari?"
Sampai akhirnya pikiranku menemukan jawaban. Sejenis menemukan struktur atas pengetahuanku tentang: (1) Aku meminta yang terbaik menurut Tuhan, (2) Tuhan menyegerakan yang terbaik bagi hamba-Nya, (3) Tuhan lebih memahamiku daripadaku, (4) Tuhan mengetahui apa saja yang aku dan orang-orang sekitarku tidak mengetahuinya.
Ketenanganku bermuara pada, "Aku meminta yang terbaik menurut-Nya, dan apa yang ku dapat sekarang adalah pemberian terbaik-Nya karena Ia menyegerakan yang terbaik bagi hamba-Nya (bukan kecepetan/grusa-grusu). Meskipun orang lain berkomentar seperti itu, tapi Tuhan lebih memahamiku dan Tuhan tau apa yang tidak aku atau orang lain ketahui (atas ketulusan sebuah niat). Tuhan ingin aku belajar untuk selalu menyertakan-Nya pada setiap tindakan. Masya Allah." Semoga mereka mendapat keberkahan-Nya aamiin.
Komentar
Posting Komentar