Novem(berdamai)
“… dan sampai saat inipun, dalam doaku (kadang) masih ada namanya. Aku harus bagaimana? Disatu waktu aku sadar ini tidak baik untukku, tapi disisi lain aku tidak bisa melupakan kebaikannya.”
Kau sudah membuktikan bahwa penjagaanmu selama ini
terhadap dirimu sendiri tidak keliru. Bahkan Tuhan saja tidak rela apa yang ada
dalam dirimu berkurang nilainya. Perlu ku ingatkan kembali ? Agaknya akan
sedikit mengganggu suasana hatimu, tapi aku yakin ini tidak akan
memperburuknya.
Tindakanmu saat itu sudah tepat. Mengutarakan apa yang
kau pikirkan dan rasakan dalam sebuah pengakuan singkat nan jelas, untuk
mendapatkan kepastian. Ingat ? Sejak awal kau sudah siapkan diri menerima ‘sepaket’
–pertemuan dan perpisahan, bahagia dan sedih, mudah dan sulit, sakit dan sehat,
tumbuh dan tumbang– ini hanyalah bagian dari semua itu.
Sekali lagi ku katakan, kau tidak keliru.
Kau itu berani mengontrol dirimu sendiri. Dan aku
yakin itu hanya ‘kerikil kecil’ yang memberimu pelajaran untuk (lebih) hati-hati
berjalan, tapi tidak lupa untuk menikmatinya – Mungkin saja akan sedikit sakit ketika menginjak
kerikil tajam, tapi rasa geli lebih nyata ketika menginjak kerikil tumpul dalam
jumlah yang lebih banyak. –
Lihatlah !
‘Kerikil kecil” itu mengembalikan dirimu yang dulu :
suka buku. Dan membentuk dirimu yang baru: senang merapikan ruangan, senang
memasak, senang menabung, dan senang mencoba hal baru.
Tidak buruk bukan ? Semua memang perlu dicoba untuk
tau kapasitas diri. Akan lebih baik, ketika kau menyertakan Tuhan tapi mendapat
“coba lagi” pada percobaan pertamamu, percayalah ! kau tidak akan kecewa.
Komentar
Posting Komentar