It's Oke 2 Dekade
Semoga Tuhan melindungi ibuk senantiasa, aamiin.
Ibuk tau, tepat 15 Juli tahun ini usiaku telah menginjak 2 dekade. Pikiranku bergerak lebih aktif mencoba memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersembunyi yang sewaktu kecil aku simpan sendiri, atau ku tanyakan kepada ibu tapi jawaban yang ku peroleh masih membuatku bingung.
Aku ingin bercerita sedikit, untuk beberapa hariku sebelum tulisan ini terbaca. Dengarkan ya bu…
Tiga hari sebelum aku mengunjungi makammu kala itu, aku abis kecelakaan. Aku sempat bilang padamu bahwa aku jatuh dari motor dan lututku terluka. Aku juga bilang padamu untuk tidak khawatir karena aku sudah belajar mengobati luka, dan mempraktikannya sekarang. Aku tidak apa-apa.
Dalam proses pemulihan, ternyata ada kendala lagi. Laptopku perlu diservis, lebih tepatnya perlu diganti hehehe pengiriman naskahku terhambat, laporanku terhambat, dan beberapa aktivitasku yang memerlukan laptop jadi terhambat. Tapi tidak apa-apa, bukankah ibuk selalu bilang jika setiap hambatan selalu ada jalan keluar dan pelajarannya. Aku percaya ibuk, dan benar. Meskipun masalah itu menimpaku, tapi Tuhan juga membarikan solusi berupa bantuan laptop dari orang lain selama laptopku diservis, dan Tuhan juga kirimkan orang baik untuk membantu memperbaiki laptopku.
Oh ya bu, ibu masih ingat teman ibuk yang suka ibuk ajak ngobrol setiap belanja di toko kita? Ia sedang berjuang untuk sembuh dari strok, semoga Tuhan senantiasa melindungi-Nya aamiin. Ia masih ingat betul dengan ibuk, bahkan suara dan momen-momen yang kalian lewati. Ia selalu bilang, ibuk baik dan ia tak menemukan orang lain sebaik ibuk. Semoga itu menjadi ladang pahala untukmu buk, aamiin.
Belum selesai kerusakan laptop, flashdisk ku yang berisi file-file penting kena error dan butuh diformat. Namun aku masih mencoba cari cara untuk menyelamatkan utuh file-file itu. Namun tidak bisa. Sekali lagi, aku ingat bahwa Tuhan tak mungkin memberikan hambatan tanpa jalan keluar, itu benar. Selang 3 hari setelah mengetahui flashdisk ku perlu diformat Tuhan mengatur pikiranku untuk mengingat bahwa aku pernah mem-backup data ke Google Drive. Lantas, segera ku cek. Aku bersyukur, file-file kuliahku sudah ter-backup mesikupun file penting yang lain tidak. Itu sudah cukup membuatku tenang.
Tapi bu… kali ini, selain aku yang pernah jatuh dari motor. Putramu juga mengalami kecelakaan dan saat ini dalam proses pemulihan. Semoga ia lekas sembuh dan kembali beraktivitas, aamiin.
Ibu pasti tau, kakak sering ke makam ibuk selama ia masih di Jawa dan belum kembali sibuk bekerja. Ia yang beli bunga untuk ditanam di samping nisan ibu, sedangkan aku dan bapak yang merawatnya. Ibuk juga pasti tau, bapak sering mengunjungi makam ibu setiap Kamis sore membawa sebotol air untuk membasahi tanah makam dan menyiram tanaman. Aku juga sering lihat, selesai berdoa sebelum melangkah pulang bapak selalu meninggalkan setangkai dua tangkai bunga di atas makam ibuk. Sepertinya, bapak sangat mencintaimu Buk.
Buk... di sini semua baik-baik saja, percayalah! Kami bisa melewatinya, meskipun rasa rindu ikut campur tapi kami percaya Tuhan bersama kami setiap saat. Kami sayang ibuk.
Komentar
Posting Komentar