Maaf Tuhan, Dia (Lagi)

Bismillah…

Engkau tau betul jika aku punya kesulitan bercerita dan terbuka pada orang lain. Oleh sebab itu, aku bisa sampai tertidur di atas sejadah setelah menghabiskan waktu untuk berdoa pada-Mu. Hanya Engkau, aku percaya.

Tuhan, sebaik-baik Penjaga-ku… perasaan apa ini ? Bagaimana lagi aku mengatasinya, dengan upaya seperti apa lagi ku yakinkan diri untuk menyikapinya ? Ampun ya Rabb, aku kesulitan.

Aku tidak bisa membencinya, apalagi menaruh dendam atas perlakuannya.

Aku tau Engkau sudah menunjukkan pada-Ku tabiatnya, baik dengan perantara orang lain maupun Engkau mengizinkanku langsung mengetahuinya.

Engkau ingin aku berhati-hati dengan orang sepertinya ?

Atau Engkau ingin aku mengenalnya ?

Meskipun aku kebingungan memperoleh jawaban dari maksud-Mu itu, aku akan tetap yakin pada-Mu bahwa ini yang terbaik. Oleh sebab itu, atas keyakinan pada-Mu, maka ku mohon dengan kemurahan-Mu, pertolongan-Mu, kasih sayang-Mu, penjagaan-Mu, dan Kuasa-Mu yang tiada tandingannya : ampuni aku yang kehabisan cara menghadapinya. Kembali ku pasrahkan diriku yang sangat membutuhkan-Mu untuk mendoakan kebaikannya, maka jaga dia ya Rabb. Dia memang sedikit badel, tapi hidayah-Mu tanpa pengecualian. Aamiin…

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malam Ke-27 Ramadhan

Yang Terbaik Dari-Nya