Bingung
Di
tempat biasa ia membaca buku, suasana sore dengan gerimis yang ikut menyambut datangnya
malam. Pada halaman 157 ia terhenti, fokusnya terpecah. Pikirannya teralihkan pada
sesuatu yang belum atau tidak ia miliki dan jalani sekarang ini.
Ditutuplah
buku bacaan yang hampir 1 jam ia pegang itu. Tatapan matanya menuju jendela
kaca yang menampakkan halaman luar rumahnya, dibasahi gerimis dengan cahaya lampu
yang cukup untuk menafsirkan kekhawatirannya. Saat itu, ia sedang bercengkrama
dengan dirinya sendiri, otaknya sedang berduel untuk mendapatkan kembali
ketenangan, dan begitupun hatinya.
“Ya
Tuhan, perasaan apa ini… segala yang ku susun untuk meningkatkan keyakinan pada-Mu
tengah teruji. Aku bingung, khawatir, dan takut. Engkau sangat paham diri ini,
dan aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Maka tolong ya Rabb, lindungi aku
dari kebingungan, kekhawatiran, dan rasa takut ini. Kebingungan yang akan
merusak keyakinanku pada-Mu, kekhawatiran yang mengurangi rasa syukurku
pada-Mu, dan ketakutan yang menutup hati dan pikiranku terhadap kenikmatan beribadah
pada-Mu.
Ya
Rabb… aku hanyalah hamba-Mu yang penuh dosa, hamba-Mu yang berulang kali meminta
ampun karna kalah melawan nafsunya, hamba-Mu yang hati dan pikirannya lebih
sering mengagungkan dunia daripada akhirat, dan hamba-Mu yang sering mempermainkan
kasih sayang-Mu. Namun Engkau, dengan segala sifat-sifat terbaik-Mu yang penuh
cinta dan kasih menunjukkan padaku, membuktikan firman-Mu, janji-Mu bahwa Kau
tidak akan membiarkanku sendirian dalam hal apapun dan dimanapun. Oleh karena
itu ya Rabb, aku yakin selama Engkau bersamaku, kebingungan, kehawatiran, dan
rasa takut ini akan mampu ku hadapi dan kunikmati buah dari indahnya
melibatkan-Mu pada setiap situasi. Aamiin.”
Komentar
Posting Komentar