Postingan

Menampilkan postingan dari 2023

Yang Terbaik Dari-Nya

 Perjalanan pulang kala itu dipenuhi pikiran komentar orang lain, "Kamu terlalu terburu-buru, grusa-grusu, dan terkesan pengen segera selesai. (disebutkan kesalahan ini dan itu yang padahal sudah ku upayakan meminta maaf dan memperbaikinya) " Awalnya aku menyayangkan orang tersebut bisa berkomentar seperti itu. Lantas aku terdiam sejenak, "Tuhan, apa maksudnya semua ini? Apa yang ingin Engkau tujukkan padaku untuk aku pelajari?" Sampai akhirnya pikiranku menemukan jawaban. Sejenis menemukan struktur atas pengetahuanku tentang: (1) Aku meminta yang terbaik menurut Tuhan, (2) Tuhan menyegerakan yang terbaik bagi hamba-Nya, (3) Tuhan lebih memahamiku daripadaku, (4) Tuhan mengetahui apa saja yang aku dan orang-orang sekitarku tidak mengetahuinya. Ketenanganku bermuara pada, "Aku meminta yang terbaik menurut-Nya, dan apa yang ku dapat sekarang adalah pemberian terbaik-Nya karena Ia menyegerakan yang terbaik bagi hamba-Nya (bukan kecepetan/grusa-grusu). Meskipun ora...

Pertolongan-Nya

Aku bersyukur Tuhan selalu ingatkan apapun yang saat ini ku hadapi berjalan dengan penuh kemurahan-Nya, kasih sayang-Nya, dan bimbingan-Nya. Dulu aku pernah bilang pada diriku sendiri sambil meminta pada Tuhan, “Tuhan jadikan aku manusia yang bermanfaat sebagaimana Engkau perintahkan. Setidaknya, jika aku tak punya alasan hidup untuk diriku sendiri, ada alasan aku untuk bertahan bagi orang lain. Aku ingin merasakan bagaimana hati ini dipenuhi kecintaan terhadap-Mu, setiap hal berjalan dengan mengingatmu… karna Allah… untuk Allah…” Lantas Tuhan membukakan jalan padaku untuk mengenal beberapa orang, masuk organisasi-organisasi, dan menciptakan sendiri ruang dimana aku mampu belajar untuk lebih mengenal Tuhan pada setiap aktivitasnya. Masya Allah, aku bersyukur untuk semua yang telah terjadi hingga detik ini. Aku masih belajar, dan masih butuh banyak pelajaran untuk melengkapi kekuranganku dan memperbaiki kesalahanku. Sekarang, aku hanya ingin sesederhana apapun itu mampu menambah r...

Bingung

  Di tempat biasa ia membaca buku, suasana sore dengan gerimis yang ikut menyambut datangnya malam. Pada halaman 157 ia terhenti, fokusnya terpecah. Pikirannya teralihkan pada sesuatu yang belum atau tidak ia miliki dan jalani sekarang ini. Ditutuplah buku bacaan yang hampir 1 jam ia pegang itu. Tatapan matanya menuju jendela kaca yang menampakkan halaman luar rumahnya, dibasahi gerimis dengan cahaya lampu yang cukup untuk menafsirkan kekhawatirannya. Saat itu, ia sedang bercengkrama dengan dirinya sendiri, otaknya sedang berduel untuk mendapatkan kembali ketenangan, dan begitupun hatinya. “Ya Tuhan, perasaan apa ini… segala yang ku susun untuk meningkatkan keyakinan pada-Mu tengah teruji. Aku bingung, khawatir, dan takut. Engkau sangat paham diri ini, dan aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Maka tolong ya Rabb, lindungi aku dari kebingungan, kekhawatiran, dan rasa takut ini. Kebingungan yang akan merusak keyakinanku pada-Mu, kekhawatiran yang mengurangi rasa syukurku pada-...

Suka atau Tidak

  Saya suka ini, mereka tidak… Mereka suka itu, saya tidak… Selalu saya katakan, “Tuhan itu sangat kreatif, dan ciptaan-Nya itu unik.” bukan tanpa alasan. Banyak hal yang membuat saya mendapatkan pemahaman baru dari filosofi itu. Keragaman orang yang saya temui dengan kompleksitas pemikiran yang kadang dijadikan ‘bahan aduan’ untuk sekedar mendapatkan validasi “saya yang benar, dia yang salah…” Itu semua biar apa ??? Belum lama ini saya mendekte diri sendiri untuk mengembangkan sebuah mindsed demi mencapai kestabilan hidup (saya) : Itu hanya soal serela untuk hasil karya manusia yang memunculkan beragam komentar. Y ang waras memakluminya untuk hal-hal yang orang lain perbuat, tapi (sedikit) berlawanan dengan keyakinan/prinsip hidup. Setiap orang punya cara sendiri untuk bertahan, bertumbuh dan berkembang. Saya tidak bisa melabeli suatu kelompok itu buruk hanya karena saya menyaksikan dan mendengarkan seseorang ­(salah satu dari kelompok) itu buruk. Saya tidak b...

Maaf Tuhan, Dia (Lagi)

Bismillah… Engkau tau betul jika aku punya kesulitan bercerita dan terbuka pada orang lain. Oleh sebab itu, aku bisa sampai tertidur di atas sejadah setelah menghabiskan waktu untuk berdoa pada-Mu. Hanya Engkau, aku percaya. Tuhan, sebaik-baik Penjaga-ku… perasaan apa ini ? Bagaimana lagi aku mengatasinya, dengan upaya seperti apa lagi ku yakinkan diri untuk menyikapinya ? Ampun ya Rabb, aku kesulitan. Aku tidak bisa membencinya, apalagi menaruh dendam atas perlakuannya. Aku tau Engkau sudah menunjukkan pada-Ku tabiatnya, baik dengan perantara orang lain maupun Engkau mengizinkanku langsung mengetahuinya. Engkau ingin aku berhati-hati dengan orang sepertinya ? Atau Engkau ingin aku mengenalnya ? Meskipun aku kebingungan memperoleh jawaban dari maksud-Mu itu, aku akan tetap yakin pada-Mu bahwa ini yang terbaik. Oleh sebab itu, atas keyakinan pada-Mu, maka ku mohon dengan kemurahan-Mu, pertolongan-Mu, kasih sayang-Mu, penjagaan-Mu, dan Kuasa-Mu yang tiada tandingannya : amp...

Tau Diri

Sudah ku upayakan untuk melupakan, tapi kecil kesanmu masa itu melekat cukup kuat dan bertahan. Aku putuskan mengambil jalan lain, jalan penerimaan lalu menikmatinya. Menikmati setiap upayaku berbuah kegagalan sebab dalam tiap tindakan yang ku ambil, “Aku masih mengingatmu.” Sesekali aku lupa, tapi ingat… lalu lupa dan ingat lagi hingga terkadang aku mengeluh pada Tuhan sambal menangis, “Ya Allah… aku pasrah. Engkau tau aku menyerah pada-Mu atas segala upayaku melupakannya. Aku ingin ketenangan, maka ku mohon permudahkanlah. Aamiin.” Pernah dengar Ritik Sendu berkata, “… urusannya udah selesai, tapi akunya belum.” Dan mungkin itu yang sedang ku alam saat ini. Menganggap semuanya sudah kembali membaik, tapi aku belum sepenuhnya pulih. Aku menyadari ini salah, keliru, dan tidak baik untuk diriku. Tapi tolong tujukkan padaku, bagaimana mengatasi itu? Mengkoreksi diri? Itu sudah ku lakukan. Aku sudah flashback masa-masa itu dan adakah yang keliru dari diriku? Ya, kekeliruan itu adala...

The Power of Doa

Saya menemukan tempat terbaik dimana Saya bercerita tanpa takut kecewa, bercerita segala hal tanpa takut suara Saya dianggap sia-sia atau hanya omong kosong belaka, dan bercerita apapun yang Saya rasa “Aku ingin ini diketahui.” Ya… dalam doa Saya menemukan itu. Saya menemukan diri Saya yang ternyata sangat lemah dihadapan-Nya, Saya menemukan diri Saya yang ternyata menyimpan banyak cerita, Saya menemukan diri Saya yang ternyata sangat bergantung pada-Nya, dan Saya sangat membutuhkan-Nya. Saya membutuhkan Allah, maka Saya percaya doa adalah bentuk cinta-Nya. Sang Maha Membolak-Balikkan Hati Makhluk-Nya Dalam hidup setiap orang memiliki landasannya masing-masing, dibawah kendali Tuhan yang Maha Esa. Landasan masing-masing itulah yang menjadikan kita ini beragam. Namun, keberagaman itu tidak cukup untuk sekedar diketahui dan diakui. Keberagaman harus disadari dan dimengerti, hingga tumbuh rasa menghargai dan menghormati sebagai bagian dari kasih sayang sesama. Ada sebuah cerita, ...