Malam Ke-27 Ramadhan
“Tahun itu tidak ada yang mengira, kalau kebahagiaan Ramadhan di tahun sebelumnya adalah bahasa perpisahan.” Awal tahun 2019 , ibu hanya mengira bahwa nyeri yang dirasakan adalah nyeri biasa atau sekedar kecapekan. Beberapa alternative pengobatan tradisional coba ditempuh, entah benar ada perkembangan atau itu hanya sekedar pengakuan dari ibu untuk sekedar membuat anak-anaknya tidak khawatir. Tetapi lambat laun, tampak penyakit ibu malah semakin memangkas ruang geraknya. Terlihat beberapa ruam yang sebelumnya kata ibu, “Itu memang efek dari pijatan. Adanya ruam, menandakan kalau penyakitnya pada keluar.” justru berubah menjadi biang tangis ibu pada suatu sore. Tidak sampai satu bulanan, nyeri yang ibu rasakan justru bertambah tingkatnya, sangat sakit. Ibu memang tidak bilang kalau yang beliau rasakan sangat menyakitkan. Tapi, dari penurunan aktivitas beliau dan tangisannya sudah cukup menandakan bahwa penyakitnya semakin parah. Sejak saat itu aktivitasnya lebih banyak terbaring di...